Wednesday, April 2, 2014

PUTRI DELIMA DAN 4 PEMUDA

Alkisah ada sebuah kerajaan di negeri antah berantah yang dipimpin oleh seorang raja yang amat bijaksana. Raja itu memiliki seorang putri yang amat cantik jelita yang diberi nama Putri Delima. Kecantikan putri itu sudah tersohor dimana-mana. Semua orang baik para raja, bangsawan, dan rakyat jelata telah mendengar kecantikan Putri Delima. Bahkan seluruh binatang pun mengakui kecantikannya.


Syahdan, seekor burung garuda juga mendengar tentang kecantikan putri itu. Dia sangat penasaran dengan rupa sang putri karena tidak pernah melihatnya, hingga dia memutuskan untuk melihat sang putri dengan mata kepalanya sendiri. Keesokan harinya dia memutuskan untuk pergi ke istana dimana Putri Delima berada.
Sedangkan Putri Delima sedang bermain-main dengan asyiknya di taman istana bersama dayang-dayangnya. Mereka berlarian kesana kemari dan mencoba menangkap satu sama lainnya. Sang putri yang tak mau ditangkap berlari terus hingga berpisah dari dayang-dayangnya. Sang garuda yang sedang terbang melihat ke arah taman istana dan di sana terlihat dengan jelas seorang gadis yang sangat cantik rupanya sedang bersembunyi dari dayang-dayangnya. Pasti itu Putri Delima, pikirnya. Muncullah hasratnya untuk memperistrikannya.
Tanpa mengulur waktu lagi, dia langsung turun dan menangkap Putri Delima.
“Tolong….. tolong……,” teriak  Putri Delima yang kini sudah berada dalam cengkraman kaki garuda itu.
Teriakan itu didengar oleh dayang-dayang dan mereka pun berteriak meminta tolong ke prajurit- prajurit istana. Semua prajurit dan juga orang di istana keluar dan mencoba untuk membunuh garuda itu. Ada yang memanahnya, melempar tombak, tapi mereka tidak berhasil membunuh garuda itu yang kini sudah terbang meninggalkan istana.
Kini tinggallah raja dengan hati yang bermuram durja karena kehilangan putri semata wayangnya. Disuruhnya seluruh pengawal untuk mencari putri, tapi mereka tidak menemukannya, hingga dibuatlah sebuah sayembara. Bagi siapa yang dapat membawa putri kembali dengan selamat maka dia akan diberi hadiah. Jika dia laki-laki, maka dia akan dinikahkan dengan sang putri, tapi jika dia perempuan, maka akan dijadikan saudara. Banyak sekali orang terutama pemuda-pemuda yang mengikuti sayembara itu. Tapi mereka hanya bisa membawa hasil yang nihil. Raja pun semakin sedih.
Hatta, dekat dengan sebuah hutan, tinggallah seorang ayah bersama empat anak laki-lakinya. Masing-masing anak laki-lakinya itu mempunyai satu keahlian. Anak sulung sangat pandai meneropong. Anak kedua sangat mahir mencuri. Anak ketiga sangat pandai menembak, dan si anak bungsu sangat pintar mengelas.
Akhirnya sayembara itu terdengar juga ke telinga mereka. Esok harinya mereka menghadap sang raja dan mengatakan bahwa mereka akan berusaha mencari Putri Delima. Raja hanya mengangguk dengan lemas tanpa ada harapan yang besar dari keempat pemuda itu.
Mulailah keempat bersaudara itu menyusun strategi untuk mencari putri raja mereka. Mereka pergi ke atas gunung untuk meneropong tempat garuda itu membawa sang putri. Anak kedua yang mahir dalam meneropong langsung melakukan tugasnya,
“Aku tahu di mana garuda itu menyembunyikan Putri Delima,” ucap anak sulung sambil meneropong.
“Dimana?” tanya ketiga saudaranya.
“Dia ada di sarang garuda itu dan sarangnya ada di sebuah pulau di tengah-tengah laut. Kita harus cepat-cepat ke sana,” Kata anak sulung.
Setelah itu mereka langsung menuju pulau itu dengan sebuah perahu. Sampai di sana, diteropong sekali lagi oleh anak sulung, dan dilihatnya garuda itu sedang tidur. Tiba waktunya untuk menyelamatkan Putri Delima. Anak kedua yang sangat lihai dalam mencuri langsung masuk ke sarang burung itu dan mengambil Putri Delima yang berada di bawah sayap burung itu. Sang garuda tidak menyadarinya sama sekali dan masih tidur dengan lelap.
Setelah berhasil menyelamatkan Putri Delima, si anak kedua membawanya ke perahu dan mereka balik ke istana. Tapi baru berlayar beberapa saat, ternyata burung garuda itu  bangun. Dilihatnya putri tidak ada lagi. Dia sangat marah. Dikepakkan sayapnya yang besar dan terbang mencari Putri Delima. Dengan matanya yang tajam, dia dapat melihat putri sedang berada dalam perahu bersama empat pemuda.
Empat adik abang itu juga melihat burung garuda yang sedang marah besar itu. Si anak yang ketiga langsung mengambil senjatanya dan menembak garuda. Sayap garuda mulai berdarah tapi dia masih kuat untuk terbang. Ditembak sekali lagi di dadanya, dan burung garuda itu pun mati. Tapi sayangnya badan garuda yang sudah jadi bangkai itu jatuh ke perahu hingga menyebabkan perahu mereka rusak. Dengan sigap, si anak bungsu mengelasnya sebelum mereka semua tenggelam. Akhirnya perahu itu bagus kembali seperti semula dan keempat pemuda dan Putri Delima itu sangat senang. Tidak lama kemudian tibalah mereka di istana.
Sesampai di istana, mereka disambut dengan suka cita. Raja sangat senang melihat putrinya selamat. Dia pun mengucap rasa terima kasihnya kepada keempat pemuda tersebut. tapi dia bingung, siapa yang akan dinikahkan dengan putrinya, karena ada empat pemuda yang menyelamatkannya.
“Hambalah yang pantas menikahi Putri Delima karena hamba yang mengetahui dimana putri berada. Kalau tidak hamba teropong, pasti putri juga tidak akan ditemukan.,” kata anak sulung.
“Hambalah yang berhak menikahi Putri Delima karena hamba yang mengambilnya langsung dari garuda,” ujar anak kedua.
“Hambalah yang lebih pantas menikahi Putri Delima karena hamba yang membunuh garuda itu. Kalau tidak ada yang membunuh garuda itu, pasti putri akan diculiknya lagi dan kami semua akan mati dibunuhnya.” Balas anak ke tiga tidak mau kalah.
Raja semakin bingung mendengar alasan dari tiga pemuda itu. “Bagaimana ananda? Siapa pilihanmu?” tanya raja kepada putri delima.
“Ayahanda, sebaiknya kita dengar satu alasan lagi dari pemuda ini,” ucap Putri Delima sambil menunjuk anak bungsu.
“Bagaimana menurutmu anak muda?”
“Daulat tuanku, kami semua bekerja sama dalam menyelamatkan putri. Semuanya mempunyai peranan penting. Jadi hamba rasa, tidak ada seorang pun di antara kami yang  pantas untuk menikahi tuan putri.”
“Kalau begitu, engkaulah yang pantas menikahiku.” Ucap Putri Delima.
Keempat pemuda dan raja itu terkejut mendengar jawaban Putri Delima. “Apa alasan ananda memilih pemuda ini?” tanya raja.
“Karena jawaban pemuda ini sangat bijaksana ayahanda, dia tidak ingin memperebutkan nanda seperti yang lainnya.”
“Baiklah, kalau begitu engkaulah yang pantas menikahi putriku hai anak muda,” kata raja kepada si anak bungsu. Dia dan ketiga saudaranya pun menerima keputusan raja dengan lapang dada. Sebagai rasa terima kasih kepada tiga sudaranya lagi, raja memberi mereka berbagai hadiah, seperti emas, intan, dan permata. Beberapa hari setelah itu diadakanlah pesta yang sangat meriah selama tujuh hari tujuh malam untuk merayakan perkawinan Putri Delima dan anak bungsu itu.
(Kisah ini ditulis ulang Rahmawati dari lisan Bustamam (57 tahun), warga Pulo Lhee, Kecamatan Sakti, Kabupaten Pidie)
-pernah dimuat di koran lokal Aceh, “Harian Aceh”, 2009




Monday, March 24, 2014

Tugas Akhir (KAJIAN PUSTAKA)

Kajian Pustaka


2.1       Game

Kata game berasal dari bahasa Inggris yang berarti permainan. Permainan adalah sesuatu yang digunakan untuk bermain yang dimainkan dengan aturan-aturan tertentu. Dalam kamus besar bahasa indonesia online permainan adalah sesuatu yang dugonakan untuk bermain; barang atau sesuatu yang dipermainkan.
Game menurut (Yudhanto, 2010) adalah permainan yang menggunakan media elektronik dimana media elektronik tersebut merupakan hiburan berbentuk multimedia agar pemain bisa mendapatkan sesuatu sehingga adanya kepuasan batin.